-->
Iklan
thumbnail

Cara Memilih Sistem Operasi Yang Sesuai

Posted by sunariyo on Thursday, February 16, 2012

Membandingkan kriteria – kriteria tersebut dari dua sistem operasi server yang akan kita wakilkan antara Linux (dengan contoh distro Ubuntu Server Linux) dan Microsoft Windows (Windows Advanced Server 2008). Alasan kita membandingkan dua operating system ini adalah karena Windows dan Linux merupakan dua operating system yang paling banyak digunakan di lingkungan servers. Anda tentunya bisa juga mempergunakan operating system lainnya, seperti keluarga Unix lainnya seperti BSD, AS400, HPUX, Solaris, dsb. ataupun juga Apple Server.

Cara Ideal Dalam Memilih Sistem Operasi Yang Sesuai ( Linux atau Windows ) :

Nilai Investasi

Nilai investasi dari sebuah sistem operasi server sering menjadi pertimbangan utama bagi sebuah perusahaan dalam memilih. Di situasi ini, sering kali perusahaan memberikan argumentasi bahwa Linux jauh lebih menguntungkan dibandingkan Windows karena Linux adalah sistem operasi Open Source dan menjadi konotasi (terutama di Indonesia) bahwa Open Source adalah software gratis. Hal tersebut bisa menjadi pertimbangan walaupun tidak seluruhnya benar. Ada beberapa Linux yang free berarti gratis (seperti Ubuntu dan Debian), namun kata 'Free' di open source sebetulnya dimaksudkan dalam artian 'Bebas' bahwa pengguna software tersebut berhak membuka dan memodifikasi source code dari software tersebut. 
 
Dari pertimbangan harga, kita bisa menilainya sebagai berikut:
 
1. Harga sistem operasi,
Sistem operasi Linux memiliki kelebihan jauh dari Windows, harga Linux mulai dari 0 (gratis) hingga jauh di bawah Microsoft Windows Server ($950 untuk 5 client dan $3800 untuk 25 client).
 
2. Biaya pelatihan penggunaan sistem operasi,
Karena banyak orang mungkin sudah memiliki pengalaman menggunakan Microsoft Windows, kemungkinan di sini perusahaan perlu mengeluarkan biaya untuk melatih orang atau mencari orang khusus untuk mengadministrasi sebuah server Linux. Namun perlu diperhatikan bahwa saat ini mengadministrasi sebuah operating system Linux jauh lebih mudah dari masa – masa sebelumnya dan mengadministrasi Windows di lingkungan server jauh berbeda dibandingkan di lingkungan desktop, jadi jangan menutup kemungkinan bahwa anda tidak perlu melatih orang untuk mengadministrasi environment Windows Server.
 
3. Biaya instalasi sistem operasi ke dalam server,
instalasi sebuah server sangatlah berbeda dibandingkan instalasi sebuah sistem desktop. Ada banyak konfigurasi yang harus dilakukan, harus menimbang juga sisi automated tasks yang perlu diset, hingga apakah ada biaya dari sisi patching. Di sisi ini, Linux dan Windows bisa sama biayanya, namun Linux juga bisa tidak berbiaya bila instalator anda sudah terbiasa melakukan hal tersebut.
 
4. Biaya maintenance support,
Di Linux bila anda berniat melakukan maintenance sendiri anda bisa menganggap bahwa ini gratis, hanya sebatas gaji admin anda. Bila tidak, maka biaya tersebut bisa anda alihkan ke support masing – masing vendor, yaitu ke Microsoft, ataupun ke vendor Linux anda.
 
5. Biaya upgrade,
Sekali lagi, ini sangat tergantung dengan pilihan anda. Di lingkungan Windows biasanya mendownload Service Pack gratis, namun mengupgrade ke Windows Server yang lebih baru sekali lagi merupakan investasi yang signifikan. Bila anda memilih Ubuntu, segalanya gratis.

Stabilitas Sistem

Dari sisi ini pengalaman kami menyatakan bahwa Linux memiliki keunggulan. Penulis memiliki pengalaman bahwa Linux bisa bekerja dengan baik dan tidak pernah direstart selama beberapa tahun sedangkan Windows sangatlah jarang mencapai stabilitas yang sebanding. Bila lingkungan server anda memerlukan aksesabilitas yang setinggi mungkin, pendeknya Linux merupakan solusi yang terbaik. Perlu juga diingat bahwa sepanjang ini Linux belum ada virus yang signifikan dan berarti, sedangkan dari sisi sekuriti Windows memiliki kelemahan yang signifikan.

Dukungan Hardware

Di sini banyak sekari orang mengatakan bahwa alasan mereka memilih Microsoft Windows adalah karena Linux tidak mendukung hardware yang baru dan termutakhir. Hal tersebut nyatanya tidak lagi terjadi bagi penulis. Mungkin beberapa hardware yang sangat khusus (seperti beberapa video controller card terbaru) belum disupport di Linux, namun biasanya hal tersebut tidak terlalu berpengaruh bagi kegunaan server itu sendiri. Malahan dari berbagai pengalaman penulis, kemudahan instalasi dari Linux menghasilkan hardware – hardware yang sudah dideteksi secara otomatis – mencari CD driver menjadi hal yang tidak terjadi lagi di Linux.

Dukungan Aplikasi

Dukungan Aplikasi: merupakan suatu hal yang sering sekali menjadi alasan mengapa orang memilih Linux untuk server karena banyaknya aplikasi yang awalnya memang didesain untuk lingkungan server:
 
1. Firewall,
sudah menjadi bagian dari kernel operating system dan diatur oleh perintah command line iptables. Juga banyak interface mempermudah mensetup iptables seperti ufw, firestarter, smoothwall, dan banyak lagi yang lain.
 
2. Backup application,
Di Windows ada banyak solusi, bisa dari software yang diberikan Windows sendiri (Windows Backup) maupun software – software 3rd party. Di Linux juga banyak software backup, seperti melakukan tar maupun rsync. Di sisi ini Linux kami rasa unggul.
 
3. Scheduled tasks,
Di Windows ada Scheduled Tasks, dan di Linux ada Cron. Terus terang Cron jauh lebih powerful dibandingkan Scheduled Tasks.
 
4. Server Applications,
Linux jauh lebih unggul, karena biasanya aplikasinya jauh lebih stabil dan lebih banyak. Contohnya: Apache Web Server, Bind9 DNS Server, Samba Server, DHCP Server, CVS Server, Subversion, Iproute, MySQL Server, PostGres Server, dan tak terhitung lagi yang lain.

Fitur Sistem Operasi

Fitur Sistem Operasi sekali lagi, tergantung dengan kegunaan server biasanya di sini Linux juga mempunyai keunggulan yang antara lain:
 
1. Remote administration
Linux sangat unggul di sini karena hampir semua hal yang mengontrol server bisa dilakukan melalui Ssh (Secure Shell). Bila memerlukan GUI, maka bisa melakukan instalasi VNC Server. Di Windows anda akan tergantung dengan GUI saja.
 
2. Dukungan bahasa pemrograman:
Di Linux anda bisa menggunakan PHP, Perl, Python, Java, Ruby, C, C++ dan masih sangat banyak yang lain. Di Windows anda hampir hanya bisa mempergunakan VB dan C#, namun anda juga bisa mempergunakan yang lain tetapi harus menginstall environment lebih dahulu.
 
3. Kemudahan penggunaan:
Pada sisi ini mungkin secara kebiasaan Windows unggul namun hal tersebut sangat berhubungan dengan fitur remote administration yang sudah sangat dipegang oleh Linux, jadi paling – paling kita harus memberi nilai sama antara kedua sistem operasi tersebut.
8:40 AM
thumbnail

Perbedaan Windows Dengan Linux

Posted by sunariyo on

Sebagai Sistem Operasi (OS) server, Linux dirancang untuk tidak sering dimatikan dalam pengoperasiannya.
Pencegahan memory leak di Linux mendapat porsi perhatian yang lebih besar dibanding pada Windows.
Artinya, ketersediaan porsi memori yang bisa digunakan boleh berkurang pada Windows karena toh dalam waktu tidak lama sistem akan dijalankan mulai dari awal lagi.

1. Awal perkembangannya. 

Windows berkembang dari dunia komputer mikro yang serba personal. Karena khusus untuk kebutuhan desktop, Windows sangat memfokuskan diri pada kesederhanaan penggunaan, pendekatan pada sisi end user dsb.
Linux berkembang dari dunia Unix dengan segala persoalan multi-tasking dan multi-usernya. Dengan kata lain, Linux dirancang dengan karakteristik server atau workstation high-end. Linux juga dikembangkan dengan kemampuan jaringan cukup tinggi dan sejak awal hidupnya sudah berusaha untuk berjalan pada berbagai arsitektur komputer, sehingga Linux tidak menjadikan kebutuhan desktop sebagai tujuan besar 

2. Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI) 

Jika dilihat dari sisi HAKI, SO Windows dan kebanyakan program-program aplikasinya, kepemilikan lisensi (rata-rata berharga $200 USD) merupakan sarat mutlak untuk penggunannya.
Sementara Linux dan program-program aplikasinya dilain pihak berlisensi gratis dan justru mendorong para penggunanya untuk menyebarluaskan perangkat lunak tersebut. 

3. Kelengkapan Program 

Windows tidak menyediakan banyak program setelah diinstal. Kalaupun ada mungkin hanya Internet Explorer, Media Player, Notepad, dan beberapa program kecil lainnya.Sekalipun Linux juga sebagai SO, setelah diinstal, akan ditemui banyak program dari hampir semua kategori program seperti Office Suite, Multimedia (Sound, Video, Graphics), Internet (Browser, Email, Chat, Downloader, Messenger, Torrent, News), 3D, Games, Utility, dll.

4. Program Aplikasi 

Windows unggul untuk aplikasi Office-nya. Diakui bahwa Microsoft Office termasuk tool yang sangat enak untuk bekerja di PC seperti menyiapkan presentasi, tulisan, laporan, agenda dll. Linux unggul dalam aplikasi Webserver, proxy server, firewall, mail server, Samba dll. Pada aplikasi server umumnya X-Windows tidak lagi digunakan di Linux, oleh karena itu Linux biasanya lebih hemat resources (memory & harddisk) di bandingkan Windows. Sementara komunitas Linux juga berusaha keras untuk mengejar ketinggalannya dalam aplikasi Office-nya dengan mengembangkan StarOffice yang dimotori oleh Sun Microsystems agar dapat digunakan secara cuma-cuma di atas Linux.

5. Konfigurasi Sistem

Berbeda dengan program Windows yang sudah siap pakai, di Linux ada kalanya perlu menyunting file secara manual melalui command line. Tetapi dengan adanya PCLINUX Control Center, konfigurasi sistem bisa dilakukan dengan mudah. PCLINUX memiliki deteksi perangkat keras yang baik sehingga hampir semuanya berjalan secara otomatis. Dan hampir semua program di PCLINUX disertai dengan konfigurasi yang juga sudah siap pakai.

6. Dukungan Perangkat Keras

Tidak seperti kemudahan yang ditemui di Windows, terkadang suatu hardware tidak bisa bekerja di Linux. Hal ini bisa terjadi karena pembuat hardware tidak menyediakan driver versi Linux. Untungnya, belakangan ini cukup banyak vendor yang sudah memberikan dukungan driver Linux. Dan pengenalan Linux akan hardware semakin lama semakin meningkat sehingga mulai jarang terdengar permasalahan hardware di Linux.

7. Manajemen Proses

Apabila kita tekan tombol Crtl-Alt-Del pada saat sistem menjalankan Windows akan terlihat sejumlah
proses yang sedang berjalan. Kalau dihitung dari 10 dan pengguna biasa bisa mengenali sebagian besar
proses-proses ini.
Bila kita kirim perintah ps ax pada sistem Linux akan terlihat keterangan bahwa ada lebih dari 20 proses
sedang berjalan. Mereka yang tidak mendalami sistem operasi tidak akan bisa mengenalisebagian besar
dari proses-proses tersebut.

8. Sistem File 

Windows menggunakan FAT dan NTFS. Windows tidak membedakan penggunaan nama file dengan huruf besar dan huruf kecil (case insensitive). Windows mengenal juga istilah drive untuk device dan partisi. Windows memiliki MyComputer sebagai root, yang didalamnya terdapat berbagai drive dan device. Windows juga tidak bisa membaca file sistem Linux (tanpa memanfaatkan program terpisah). Di sistem file, ekstensi nama file di Windows memiliki peranan penting. 

Sementara Linux menggunakan ext2, ext3, reiserfs, xfs, jfs dan lain sebagainya. Linux dapat membaca dan menulis ke FAT32, dan dapat membaca dan menulis NTFS (eksperimental dan memanfaatkan proyek terpisah). Linux membedakan penggunaan huruf besar dan kecil dalam berbagai aspek penggunaan sistem operasi. Di Linux, istilah drive tidak digunakan. Yang digunakan adalah direktori biasa. Apabila dibandingkan dengan Windows, Linux mengenal direktori root (disimbolkan dengan /), yang didalamnya terdapat berbagai direktori dan device. Di Linux, ekstensi nama file tidak memiliki peranan penting. 

9. Waktu Pengoperasian 

Sebagai SO personal workstation, Windows akan sering dimatikan apabila ditinggalkan pemiliknya untuk menghemat listrik karena tidak akan ada orang lain yang akan menggunakan komputer itu.
Sistem Linux dirancang untuk bisa digunakan bersama-sama oleh banyak orang. Karena itu perlindungan berkas dan proses-proses milik seseorang terhadap orang lain menjadi porsi besar dari perhatian perancangnya. Pada sistem Linux (dan Windows NT/2000/XP) identifikasi user sangat menentukan hak akses pengguna. Karena itu akan banyak ditemui pengguna Linux yang bekerja dengan user root (nama super user di dunia Unix).

10. Proteksi Sistem

Karena sistem Windows biasanya digunakan orang tertentu saja, maka sistem proteksi berkas-berkas di komputer tidak menjadi perhatian utama dalam perancangan Windows. Kapanpun pengguna Windows bisa menghapus, mengganti nama, memindah lokasi direktori file apapun yang ada di sistem.
Login bukanlah keharusan bagi pengguna Windows 9x. Dengan cancel login prompt, bisa didapatkan hak akses segalanya.
Meskipun sama-sama sebagai sistem operasi (SO) komputer, Linux dan Windows memiliki perbedaan dalam banyak hal. Karena merupakan dua dunia yang berbeda, maka hampir semuanya bisa berbeda. Software yang didesain khusus untuk Windows tidak akan berjalan pada Linux, demikian juga sebaliknya. 

11. Menangani Crash

Dibandingkan dengan Windows 95/98/ME, Linux jauh lebih stabil. Namun jika mengikuti petunjuk sistemnya dengan baik, Windows XP juga cukup stabil.Unix dan Linux mempunyai sifat multi-user. Linux menjalankan aplikasi secara berbeda dengan Windows. Ketika suatu aplikasi terkunci, Anda dapat mematikannya dengan mudah. Cukup menekan kombinasi tombol Ctrl + Esc, dan dapat memilih aplikasi (atau proses) mana yang bermasalah. Dan jika sistem grafis yang terkunci, bisa berpindah ke command-prompt (dengan menekan Ctrl+Alt+F1) dan membunuh proses software secara manual. Juga tersedia pilihan untuk merestart desktop saja dengan menekan Ctrl+Alt+Backspace. Ini berarti tidak harus melakukan reboot sekalipun sistem Linux sedang mengalami masalah.

12 Sistem Sistribusi 

Windows hanya mengenal satu distribusi yaitu Microsoft. Sementara, Linux mengenal banyak distribusi yang merupakan kumpulan kernel Linux, pustaka – pustaka sistem, dan software – software yang dibungkus dengan prosedur tertentu. Yang membedakan antar distribusi bisa saja pada semua bagian tersebut (kernel yang berbeda versi dan pengaturan, software dan pustaka yang berbeda), termasuk prosedur pemaketannya.

Kemungkinan Migrasi

Di satu pihak, Windows dalam perkembangannya menyatu dengan garis produksi server NT menjadi Windows 2000 dan kemudian Windows XP. Di lain pihak, masyarakat opensource terus mengembangan user interface grafis untuk meningkatkan kenyamanan Linux untuk penggunaan sebagai workstation pribadi. Sejak kemunculan Windows 2000 dan perkembangan user interface grafis di Linux, mulai bisa dilihat kesetaraan Windows dan Linux yakni sistem operasi untuk server dan juga untuk workstation.
Migrasi pengguna dari Windows ke Linux dan sebaliknya tidak dapat terjadi secara spontan karena faktor kebiasaan yang sulit ditinggalkan. Selama penggunaan Windows dan program-program aplikasinya tidak terhalang oleh keharusan membayar lisensi, pengguna Windows tidak akan banyak beralih ke Linux. Kesuksesan Linux di Indonesia meraih perhatian dari pengguna komputer bergantung pada hak yang berwajib dalam mengkampanyekan penghormatan pada hak atas kekayaan intelektual.
8:31 AM